Kamis, 28 Desember 2017

Prak 08 – Project Branding Komunitas Programming MMK



1)   Judul : Project Branding Komunitas Pragramming MMK

2)   Tujuan: Memperkenalkan Komunitas Programming MMK dengan media poster serta video animasi.

3)   Alat:
- Sebuah Laptop Asus.

4)   Bahan:
- Adobe After Effect CC 2018
- Adobe Premiere Pro CC 2017

5)   Dasar Teori:
Programming community adalah komunitas  yang mewadahi Mahasiswa DTMK untuk mengembangkan minat dan bakat dalam programming. Selain itu, komunitas ini juga dapat menambah wawasan dan kemampuan mahasiswa MMK pada bidang programming.

6)   Hasil Praktikum:


7)   Kesimpulan:

Dari hasil praktikum dengan membuat animasi poster dari poster yang telah dibuat terlebih dahulu menggunakan Adobe After Effects CC 2018 lalu menggunakan Adobe Premiere Pro CC 2017 untuk meng-input-kan backsound, kemudian menggunakan Adobe Media Encoder CC 2017 yang berfungsi sebagai mengatur kualitas tampilan video. Pada praktikum ini kami menemukan beberapa kesulitan yaitu dikarenakan storyboard dari poster yang kami buat sedikit.

8)   Referensi:
1.      -


Praktikum 14 – Final Project Animasi Programming Community (Tahap final-2)

11.       Judul                     : Membuat animasi komunitas Programming - Tahap final

22.       Tujuan                  : Memperkenalkan komunitas Programming dengan media Animasi

33.       Alat                        : Adobe Premier Pro CC 2014

44.       Bahan                   :
·         Animatics Komunitas Programming
·         Aset Animasi

55.       Dasar Teori         :
·         Animasi
Dalam pekerjaan animasi dan efek khusus, tahap membuat storyboard mungkin diikuti istilah sederhana yang disebut “animatics” untuk memberikan ide yang lebih bagus tentang bagaimana sebuah scene terlihat dengan gerakan dan timing (waktu). Secara sederhana, sebuah animatic adalah serangkaian gambar tidak bergerak yang diletakkan bersama dan ditampilkan secara berurutan. Seringkali storyboards dianimasikan dengan pembesaran sederhana dan disesuaikan untuk mensimulasikan gerakan kamera (biasanya menggunakan perangkat lunak non-linear editing). [1]
·         Animatics (story reel)
Biasanya dibuat setelah soundtrack selesai dibuat, sebelum seluruh animasi selesai dikerjakan. Berisi gambar-gambar kejadian dan storyboard yang sesuai dengan adegan-adegan gambar. [2]
66.       Hasil Praktikum :

77.       Kesimpulan :
Pada praktikum kali ini kami diberikan fie atau video animasi dari kelas lain, namun komunitasnya juga sama. Setelah membuat aset animasi, kami menempelkan aset – aset tersebut kedalam animaticsnya, dengan menggunakan Software Adobe Premier Pro CC 2014. Namun untuk hasil praktikum yang telah kami buat masih banyak kekurangannya seperti gambar yang masih terlalu sederhana dan tidak berwarna, tidak ada gerakan untuk aset sehingga terlihat membosankan, dan belum ada narasi ataupun backsoundnya, dan suara voice over yang terlalu kecil
88.       Referensi :
a.       [1] SMK4 Mahadhika, "Animation", [online] diakses tanggal 4 Desember                            2017, http://smk4.mahadhika.sch.id/home/download_file/1
b.      [2] Jutami,"Storyboard", [online] diakses tanggal 4 Desember                                                       2017, http://jutami.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30834/sistem_multimedia05.pdf

Praktikum 13 – Final Project Animasi Programming Community (Tahap final-1)


11.       Judul :    Membuat animasi komunitas Programming - Tahap final

22.       Tujuan : Memperkenalkan komunitas Programming dengan media Animasi

33.       Alat : Adobe Illustrator CC 2014

44.       Bahan : Animatics Komunitas Programming

55.     Dasar Teori :
·         Animasi

Dalam pekerjaan animasi dan efek khusus, tahap membuat storyboard mungkin diikuti istilah sederhana yang disebut “animatics” untuk memberikan ide yang lebih bagus tentang bagaimana sebuah scene terlihat dengan gerakan dan timing (waktu). Secara sederhana, sebuah animatic adalah serangkaian gambar tidak bergerak yang diletakkan bersama dan ditampilkan secara berurutan. Seringkali storyboards dianimasikan dengan pembesaran sederhana dan disesuaikan untuk mensimulasikan gerakan kamera (biasanya menggunakan perangkat lunak non-linear editing). [1]

·         Animatics (story reel)

Biasanya dibuat setelah soundtrack selesai dibuat, sebelum seluruh animasi selesai dikerjakan. Berisi gambar-gambar kejadian dan storyboard yang sesuai dengan adegan-adegan gambar. [2]
66.       Hasil Praktikum : Aset yang kelompok kami gunakan antara lain



77.       Kesimpulan :
Pada praktikum kali ini kami diberikan fie atau video animasi dari kelas lain, namun komunitasnya juga sama. Hal pertama yang kami lakukan adalah memubat aset yang akan kita gunakan nantinya.

88.       Referensi :
a.       [1] SMK4 Mahadhika, "Animation", [online] diakses tanggal 4 Desember                            2017, http://smk4.mahadhika.sch.id/home/download_file/1
b.      [2] Jutami,"Storyboard", [online] diakses tanggal 4 Desember                                                       2017, http://jutami.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30834/sistem_multimedia05.pdf

Praktikum 12 – Animatics Programming Community


11.       Judul : Animatics dari Storyboard

22.       Tujuan : Membuat Animatics dari storyboard yang telah dibuat sebelumnya

33.       Alat :
1. Power point
2. Camtasia Studio

44.       Bahan :
1. Storyboard
2. Backsound (Carefree)

55.       Dasar Teori :
·         Animatics
Dalam pekerjaan animasi dan efek khusus, tahap membuat storyboard mungkin diikuti istilah sederhana yang disebut “animatics” untuk memberikan ide yang lebih bagus tentang bagaimana sebuah scene terlihat dengan gerakan dan timing (waktu). Secara sederhana, sebuah animatic adalah serangkaian gambar tidak bergerak yang diletakkan bersama dan ditampilkan secara berurutan. Seringkali storyboards dianimasikan dengan pembesaran sederhana dan disesuaikan untuk mensimulasikan gerakan kamera (biasanya menggunakan perangkat lunak non-linear editing). [1] 
·         Animatics (story reel)
Biasanya dibuat setelah soundtrack selesai dibuat, sebelum seluruh animasi selesai dikerjakan. Berisi gambar-gambar kejadian dan storyboard yang sesuai dengan adegan-adegan gambar. [2]

66.       Hasil Praktikum :



77.       Kesimpulan :

Pada praktikum kali ini kelompok kami menambahkan Voice Over (VO) unruk melengkapi video animatics yang telah kami buat sebelumnya. Kami menambahkan Voice Over dengan menggunakan software Camtasia. Dan kami menambahkan backsound untuk melengkapi video animatics yang kami buat

88.       Referensi :

[1] SMK4 Mahadhika, "Animation", [online] diakses tanggal 4 Desember                                              2017, http://smk4.mahadhika.sch.id/home/download_file/1

[2] Jutami,"Storyboard", [online] diakses tanggal 4 Desember                                                                      2017, http://jutami.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30834/sistem_multimedia05.pdf


Praktikum 11 – Animatics Programming Community


      A.            1. Judul                     : Animatics dari storyboard

      B.            2. Tujuan                  : Membuat Animatics dari storyboard yang telah dibuat sebelumnya

      C.            3.  Alat                       : Microsoft Power point

      D.            4. Bahan                   : Storyboard

       E.           5. Dasar Teori         :

·         Animasi
Dalam pekerjaan animasi dan efek khusus, tahap membuat storyboard mungkin diikuti istilah sederhana yang disebut “animatics” untuk memberikan ide yang lebih bagus tentang bagaimana sebuah scene terlihat dengan gerakan dan timing (waktu). Secara sederhana, sebuah animatic adalah serangkaian gambar tidak bergerak yang diletakkan bersama dan ditampilkan secara berurutan. Seringkali storyboards dianimasikan dengan pembesaran sederhana dan disesuaikan untuk mensimulasikan gerakan kamera (biasanya menggunakan perangkat lunak non-linear editing). [1]
·         Animatics (story reel)
Biasanya dibuat setelah soundtrack selesai dibuat, sebelum seluruh animasi selesai dikerjakan. Berisi gambar-gambar kejadian dan storyboard yang sesuai dengan adegan-adegan gambar. [2]

       F.           6.  Hasil Praktikum                :





     G.            7. Kesimpulan        :

Pada praktikum kali ini kami mencoba untuk membuat animaics dari storyboard yang telah kami buat sebelumnya, dengan menggunakan software Microsoft Power Point. Namun masih banyak kekurangan yang ada pada hasil animatics yang telah kami buat yaitu masih tergolong sangat sederhana dan belum adanya transisi atau efek – efek yang digunakan untuk gambarnya, sehingga maih terlihat seperti power point

     H.           8.  Referensi            :

[1] SMK4 Mahadhika, "Animation", [online] diakses tanggal 4 Desember                                          2017, http://smk4.mahadhika.sch.id/home/download_file/1
[2] Jutami,"Storyboard", [online] diakses tanggal 4 Desember                                                                  2017, http://jutami.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30834/sistem_multimedia05.pdf

Senin, 04 Desember 2017

PRAK 09 – MEMBUAT ANIMATICS DARI STORYBOARD KOMUNITAS



I.                    JUDUL                           : Membuat Animasi dari Storyboard Komunitas

II.                  TUJUAN                       :
Membuat storyboard yang didigitalkan setiap panelnya untuk dianimasikan
III.                ALAT                              :
a.       Kertas
b.      Pensil

IV.                BAHAN                         : -

V.                  DASAR TEORI             :
Storyboard adalah visualisasi ide dari aplikasi yang akan dibangun, sehingga dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene. Storyboard sekarang lebih banyak digunakan untuk membuat kerangka pembuatan website dan proyek media interaktif lainnya seperti iklan, film pendek, games, media pembelajaran interaktif ketika dalam tahap perancangan /desain.
Storyboard adalah naskah yang dituangkan dalam bentuk gambar nyata. Storyboard merupakan serangkaian sketsa (gambar kartun) dibuat persegi panjang yang menggambarkan suatu urutan (alur cerita) elemen-elemen yang diusulkan untuk aplikasi Multimedia. [1]
VI.                HASIL PRAKTIKUM



VII.              KESIMPULAN
Berdasarkan storyboard yang telah kami buat, kami menerima revisi yaitu pesan dari storyboard yang telah kami buat yaitu “Apa itu Programming?” menjadi “Apa saja yang dilakukan di komunitas programming?”. Sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton untuk mendaftar di komunitas Programming, kemudian kami akan menambahkan beberapa detail dan efek pada storyboardnya.
VIII.            REFERENSI



PRAKTIKUM 07 – PROJECT BRANDING KOMUNITAS PROGRAMMING


I.         JUDUL                    : Project Branding Komunitas Programming


II.       TUJUAN                 :
Memperkenalkan komunitas programming dengan menggunakan media poster dan animasi


III.     ALAT                     :
a.      Adobe Illustrator CC 2015
b.      Adobe After Effect CC 2015


IV.    BAHAN                  : Logo Komunitas Programming


V.      DASAR TEORI       :
Programming community adalah komunitas  yang mewadahi Mahasiswa DTMK untuk mengembangkan minat dan bakat dalam programming. Selain itu, komunitas ini juga dapat menambah wawasan dan kemampuan mahasiswa MMK pada bidang programming.
VI.    HASIL PRAKTIKUM
a.      Poster



b.      Animasi Logo



VII.  KESIMPULAN

Pada praktikum kali ini kelompok kami membuat poster dan animasi logo komunitas untuk branding komunitas programming yang ada di Himpunan Multimedia Broadcasting. Kami menggunakan software Adobe Illustrator CC 2015 untuk mendesign posternya dan menggunakan software Adobe After Effect CC 2015 untuk membuat animasi logo programming. Namun kami menemukan kendala pada pembuatan animasi logo yaitu dikarenakan kelompok kami belum bisa memahami atau memakai Adobe After Effect CC 2015. Sehingga animasi logo yang telah kami buat masih tergolong sangat sederhana.


PRAKTIKUM 10 – KULIAH TAMU “UI/UX DESIGN”

I.             JUDUL           : User Interface dan User Experiences Design

II.           WAKTU         : Rabu, 15 November 2017

III.         PEMATERI    :
1. Yokie Tyas Riesmana
2. Kharisma Chendika Putra

IV.        TEMPAT        : Ruang Theater PENS

V.          RANGKUMAN:
UI : user interface (antarmuka pengguna)
        Segala sesuatu yang dilihat pengguna pada produk secara visual
UX : user experience (pengalaman pengguna)
        Segala sesuatu yang dirasakan pengguna pada produk
Goal : clarity, mudah digunakan, nyaman digunakan, mudah dipahami, hasil yg cepat, hasil yg tepat
Design (problem solving) : Aktifitas, merencanakan, merancang, membuat, solutif.
UI & UX DESIGN (untuk produk digital)
        Sebuah produk bukan hanya terlihat cantik/menarik, tapi harus mempunyai fungsi dan berfungsi dengan baik. Untuk peningkatan mutu produk, Meningkatkan produk yg baik menjadi lebih baik
1.      Observation
a.      Amati permasalahan yg terjadi pada manusia/lingkungan sehari-hari
b.      Pahami betul permasalahan yg ada
c.       Jika belum paham, jangan mulai mencari solusi
2.      Ideation
a.      Simple is more, jangan menambah masalah dg kerumitan
b.      Ide/solusi yg paling mudah diterapkan
c.       1 buah ide tidak cukup
3.      Prototyping
a.      Simple is more, buat prototype yg mudah dipahami & digunakan
b.      Low or high fidelity, siapkan sbg skenario
c.       Keseragaman, repeat behaviour.
4.      Testing
a.      Tentukan hal apa yg akan di testing
b.      Siapkan skenario testing
c.       Tentukan kriteria user yang akan melakukan testing
 
Sekar Jati Wisesa Blogger Template by Ipietoon Blogger Template