Senin, 21 Mei 2018

Prak 7 - Membuat Animasi 3D Komersial

1. Judul : Membuat Animasi 3D Komersial

2. Tujuan :
      Pada tahap ini, bertujuan untuk membuat animasi 3D dari logo yang komersial

3. Alat :
  • Adobe After Effect CC 2015
4. Bahan :
  • Logo Instagram
5. Dasar Teori :
  • Adobe After Effect CC 2015
Adobe After Effects adalah produk peranti lunak yang dikembangkan oleh Adobe, digunakan untuk film dan pos produksi pada video. Pada awalnya merupakan sebuah software produk dari Macromedia yang sekarang sudah menjadi salah satu produk Adobe.
Adobe After Effects adalah sebuah software yang sangat profesional untuk kebutuhan Motion Graphic Design. Dengan perpaduan dari bermacam-macam software Design yang telah ada, Adobe After Effects menjadi salah satu software Design yang handal. Standart Effects yang mencapai sekitar 50 macam lebih, yang sangat bisa untuk mengubah dan menganimasikan objek. Disamping itu, membuat animasi dengan Adobe After Effects, juga bisa dilakukan dengan hanya mengetikkan beberapa kode script yang biasa disebut Expression untuk menghasil pergerakan yang lebih dinamis.
Adobe After Effects memiliki fitur-fitur penting, misalnya Adobe After Effects memiliki alat untuk membuat Shape (seperti yang terdapat pada Adobe Photoshop). Pada Adobe After Effects terdapat Keyframe seperti yang terdapat pada Adobe Flash (cara menganimasikannya juga hampir sama). Terdapat juga Expression yang hampir mirip dengan Action Script pada Flash, dan masih banyak lagi yang lain.

6. Tugas Praktikum :

Membuat logo animasi 3D komersial

7. Petunjuk :

-

8. Hasil Praktikum :

Pada Praktikum kali ini saya mencari - cari bahan untuk membuat logo animasi 3D komersial, sehingga saya mendapatkan bahan yang menarik yaitu logo Instagram. Saya mendapatkan referensi menganimasikan logo dari youtube dibawah ini :



Saya mendapatkan referensi tersebut melalui Youtube pada Channel FLIMLION VISUAL FX.

9. Kesimpulan :

Pada praktikum kali ini saya telah menemukan logo apa yangt akan saya buat animasi 3D nya dan saya telah mendapat referensinya melalui Youtube. Yang menurut saya akan mudah untuk diikuti melalui Adobe After Effect CC 2015 milik saya.

10. Referensi :
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_After_Effects

Senin, 14 Mei 2018

Prak 4 - Camera Depth, Multi Pass Render, and Compositing using AE


1. Judul : Camera Depth, Multi Pass Render, and Compositing using AE

2. Tujuan :
      Pada praktikum ini, mahasiswa diajak untuk mengincipi sedikit tentang Compositing menggunakan After Effect. Dimulai dengan render setting di Cinema 4D kemudian pada kegiatan compositing di After Effect.

3. Alat :
  • Maxon Cinema 4D
  • Adobe After Effect CC 2015
4. Bahan :
  • Hasil Praktikum Logo PENS sebelumnya
5. Dasar Teori :
  • Camera Depth
Merupakan rentang lebar sebuah area yang bisa ditangkap oleh kamera.
  • Multi Pass Rendering
Multipass render adalah teknik yang banyak digunakan dalam industri CGI profesional, dan telah menjadi lebih dan lebih umum digunakan dalam komunitas grafis umum. Multipass render memiliki banyak keunggulan dibandingkan single pass rendering, yang memungkinkan lebih banyak kontrol atas setiap elemen dari adegan, kontrol yang lebih baik atas tampilan akhir adegan, dan membuat tweaker dan menyesuaikan gambar akhir atau animasi lebih mudah dan lebih sedikit waktu mengkonsumsi rendering adegan sekaligus dan harus kembali membuat seluruh menyesuaikan rincian kecil atau melakukan perubahan.
  • Depth of Field
Dalam optik , terutama yang berkaitan dengan film dan fotografi, depth of field (DOF), juga disebut rentang fokus atau rentang fokus yang efektif, adalah jarak antara benda terdekat dan terjauh dalam sebuah adegan yang muncul diterima tajam dalam foto. Meskipun lensa justru bisa fokus hanya pada satu jarak pada suatu waktu, penurunan ketajaman bertahap pada setiap sisi jarak fokus, sehingga dalam DOF, unsharpness ini tak terlihat di bawah kondisi tampilan normal.
  • Compositing
Compositing adalah kombinasi dari unsur-unsur visual dari sumber terpisah menjadi gambar tunggal, sering untuk menciptakan ilusi bahwa semua elemen adalah bagian dari adegan yang sama. Penembakan live-action untuk compositing adalah berbagai disebut "chroma key", "blue screen", "layar hijau" dan nama lain. Saat ini, kebanyakan, meskipun tidak semua, compositing dicapai melalui manipulasi gambar digital. Teknik compositing pra-digital, bagaimanapun, kembali sejauh film trik Georges Méliès pada akhir abad ke-19, dan beberapa masih digunakan.

6. Tugas Praktikum :

Pada animasi logo yang telah dibuat sebelumnya, tambahkan :

  • Multi-Pass Rendering untuk logo, objek sekunder, BG, dan depth.
  • Import masing-masing render sequence ke AE. Buat composition untuk masing-masing objek yaitu logo, secondary, dan BG.
  • Implementasi DOF di AE menggunakan effect Camera Lens Blur.
7. Petunjuk :
  1. Setting Camera DOF di Cinema 4D
  2. Multi-Pass Rendering untuk logom objek sekunder, BG, dan depth.
  3. Import masing-masing image sequences ke AE.
  4. Implementasi DOF di AE menggunakan Camera Lens Blur.
8. Hasil Praktikum :
Preview Depth Of Field

Preview Multi-Pass Rendering


9. Kesimpulan :
Pada praktikum kali ini saya mengalami kesulitan pada ssat mengerjakan karena saya sempat merasa bingung pada saat mengerjakan Multi-Pass Rendering, saya sempat melakukan kesalahan pada saat melakukan rendering.

10. Referensi :


Prak 3 - Secondary Assets, Logo Movement, F-Curves



1. Judul : Secondary Assets, Logo Movement, F-Curves

2. Tujuan :

      Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Secondary Assets dan Movement. Pada praktikum ini penambahan movement diperdetail dengan menggunakan F-Curves.


3. Alat :

  • Maxon Cinema 4D 
4. Bahan :

  • Hasil Praktikum Logo PENS sebelumnya
5. Dasar Teori :
  • Fungsi Secondary Assets.
Secondary assets adalah asset sekunder yang digunakan pada animasi kali ini dimana juga merupakan objek sebelumnya yang digunaka untuk membuat animasi baru namun tidak berperan sebagai objek utama melainkan objek tambahan.
  • Fungsi F-Curves.
F-Curves merupakan salah satu tools untuk memperhalus gerakan pada animasi 3D di Cinema 4D. Dapat mengatur cepat lambat dari pergerakan animasi. Jika pada After Effect kita menggunakan Easy Ease, pada Cinema 4D kita menggunakan F-Curves.

6. Tugas Praktikum :

Pada animasi logo yang telah dibuat sebelumnya, tambahkan :

  • Tambahkan Secondary Assets
  • Tambahkan kopleksitas gerakan pada asset utama (logo)
  • Haluskan gerakannya menggunakan F-Curves.
7. Petunjuk :
  1. Menambahkan secondary asset mengunakan cloner dan Helix path.
  2. Menambahkan kompleksitas gerakan assets utama.
  3. Memperhalus gerakan menggunakan F-Curves.
8. Hasil Praktikum :
Preview Adding Helix Path & Cloner

Render Helix Path & Cloner

Preview Kompleksitas Gerakan


Render Kompleksitas Gerakan



9. Kesimpulan :

Pada Praktikum kali ini saya tidak terlalu mengalami kesulitan karena saya mengikuti langkah - langkah pada video tutorial yang telah diberikan. Namun pada saat render, saya langsung me-rendernya dalam bentuk video. Pada minggu ini saya hanya mengerjakan 2 tugas praktikum, karena terkendala waktu dan render video nya.


10. Referensi :

https://www.pluralsight.com/courses/logo-animation-cinema-4d-after-effects-1994

Prak 2 - Camera Path, Lighting, and Material



1. Judul : Camera Path, Lighting, and Material

2. Tujuan :

Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada animasi 3D yaitu Camera, Lighting, Material. Camera Path diimplementasikan menggunakan Spline. Lighting menggunakan Physical Sky dan Area Light

3. Alat :
  • Maxon Cinema 4D
4. Bahan :
  • Hasil praktikum sebelumnya berupa animasi logo PENS berputar 360 derajat
5. Dasar Teori :
  • Perbedaan Motion Guide Pada Flash dan Camera Path. Motion guide pada Adobe Flash merupakan garis/jalur pergerakan yang kita buat untuk menghubungkan posisi objek dari frame satu ke frame lainnya. Camera Path pada Cinema 4D merupakan jalur camera dimana camera dapat mengarah ke objek walau sedang dalam perubahan posisi (bergerak).
  • Perbedaan Physical Sky da Area Light. Physical Sky merupakan elemen latar belakang pada Cinema 4D dimana keadaan background yang menyerupai keadaan langit dapat dapat disesuaikan dengan tanggal dan waktu. Area Light merupakan bagian pada Cinema 4D yang digunakan untuk memberikan tambahakn pencahayaan dan dapat disesuaikan intensitas beserta arah dari cahaya tersebut, sehingga cahaya dapat menerangi bagian objek yang diinginkan sesuai dengan tingkat pencahayaan yang ditentukan.
  • Pengertian material beserta contohnya. Material biasanya ditambahkan pada akhir pembuatan animasi, bagian ini digunakan untuk menyempurnakan presentasi dari anmasi yang telah dibuat. Terdapat beberapa elemen pada material yaki color, diffusion, luminance, transparency, environment, bump, fog, dll.

6. Tugas Praktikum :

Pada animasi logo yang dibuat sebelumnya tambahkan :
  • Pergerakan kamera menggunakan teknik camera path.
  • Lightning sederhana dan mudah menggunakan Physical Sky dan Area Light.
7. Petunjuk Praktikum :
  • Pergerakan camera menggunakan Camera Path, lebih spesifik lagi disebut spline.
  • Menambahkan lighting menggunakan Physical Sky.
  • Menambahkan lighting menggunakan Area Light.
  • Menambahkan Material.
8. Hasil Praktikum :

Preview Camera Path

Render Camera Path

Preview Physical Sky


9. Kesimpulan :

Pada praktikum kali ini saya agak mengalami kesulitan pada saat penempatan Camera Path, namun saya telah meminta bantuan dari teman untuk membenahi Camera Path milik saya. Untuk selanjutnya saya tidak mengalami kesulitan karena saya telah mengikuti tutorial dari video. Namun pada minggu ini saya hanya mengerjakan tugas Camera Path dan Physical Sky namun belum me-render-nya karna waktu yang tidak mencukupi.

Prak 01 – Logo 3D 360 (Turn Table Animation)

1. Tujuan

Perkenalan dengan dunia 3D melalui pembuatan animasi object berputar 360 derajat atau disebut juga turn table animation.


2. Alat

·        Adobe Illustrator CC
·        Maxon Cinema 4D R16
·        Time Lapse Assembler

3. Bahan

Logo PENS



4. Dasar Teori

A.    Perbedaan Animasi 2D dan 3D
Pada animasi 2D memiliki dua vektor yaitu x dan y, dimana x merupakan ukuran panjang dari objek dan y adalah lebarnya. Oleh karena itu, kita hanya bisa melihat objek / gambar tersebut dari satu sisi saja. Biasanya dibutuhkan 15 - 30 gambar dalam setiap detiknya untuk menghasilkan gerakan yang halus. Gambar-gambar tersebut digerakkan secara cepat sehingga seolah-olah bergerak. Beberapa contoh dari animasi 2D adalah Dora The Explorer, One Piece, dan yang lainnya.
Sementara pada animasi 3D digunakan tiga vektor x, y, dan z. Vektor z inilah yang berfungsi sebagai tinggi objek sehingga menghasilkan volume. Pada animasi 3D gambar bisa dilihat secara keseluruhan dari segala arah dan objeknya terlihat semakin nyata. Dibutuhkan software berkemapuan khusus untuk mengolah animasi 3D dan modeling seperti Blender, 3D Max, dan yang lainnya. Beberapa contoh animasi 3D adalah Finding Nemo, Despicable Me, Upin & Ipin, Boboiboy dan lain-lain.
B.    Tracing
Tracing, berawal dari kata trace, yang bermaksud menelusuri atau penelusuran. Dalam grafis, tracing bermakna menggambar ulang dengan memakai acuan/patrun. Bila disederhanakan berarti menjiplak gambar, adapula yang mendefinisikan tracing sebagai proses perubahan format gambar dari bitmap menjadi vector biasa. Tracing ini bisa dilakukan dengan beberapa aplikasi. Misalnya, Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Corel Draw, Zara X ataupun software khusus tracing seperti Corel Trace dan bahkan Adobe Illustrator keluaran CS versi 1 ke atas sudah menanamkan tool live trace di programnya yang mampu mengkonvert gambar menjadi vector dalam hitungan detik. Dalam terminologi komputer grafis, vector adalah sekumpulan objek dalam garis atau bentuk tertentu yang dapat didefinisikan secara matematis, diisi warna, dan memiliki resolusi bebas. Karena itu, vector bisa diperbesar dalam ukuran berapa pun tanpa kehilangan resolusinya. Jenis vector data antara lain AI (Adobe Illustrator, FH (Macromedia Freehand), CDR (Corel Draw), WMF (Windows Meta File), EPS (Encapsulated PostScript), CGM (Computer Graphic Metafile), dan lain sebagainya.
C.     Perbedaan membuat animasi 2D di Flash dengan Cinema 4D
           Untuk membuat animasi 2D kita menggunakan software adobe Flash sedangkan untuk membuat animasi 3D kita menggunakan software cinema 4D. Keduanya memiliki perbedaan yaitu, dengan Adobe Flash, hanya ada 2 vektor yaitu x dan y yang tidak bisa diatur ketebalannya dan tidak bisa di putar 360 derajat. Sedangkan pada cinema 4D terdapat 3 vektor yaitu x, y dan z yang bisa diatur ketebalannya dan dapat berputar 360 derajat.
5. Tugas Praktikum
Buatlah animasi 360 dari logo favorit kalian

6. Petunjuk Praktikum

       1. Tracing Logo menggunakan illustrator
       2. Membuat logo 3D menggunakan Cinema 4D dari file illustrator
       3. Membuat animasi 360 derajat
       4. Merender animasi ke dalam file movie (mp4)

7. Hasil Praktikum

 Gambar Asli Logo PENS Pada Adobe Illustrator

Gambar Hasil Tracing Pada Adobe Illustrator

Save Dengan Format Adobe Illustrator CS 8

8. Kesimpulan

Pada praktikum kali ini, saya membuat animasi 3D dari logo PENS sama seperti pada contoh yang telah diberikan. Pada praktikum ini saya menggunakan software Adobe Illustrator CC 2015, yang digunakan untuk membuat tracing Logo PENS. Pada minggu awal ini saya masih mentracing gambar dari logo PENS saja.

9. Referensi


 
Sekar Jati Wisesa Blogger Template by Ipietoon Blogger Template